Selasa, 07 November 2017

"JAN..x"

Kata "Jan..x" bagi sebagian masyarakat Jawa Timur, tidak asing lagi, terutama kota Surabaya dan kota sekitarnya yaitu Sidoarjo dan Mojokerto.

Ada apa dengan kata ini, hingga penamaan stasiun televisi menggunakan nama " Jan..x televisi ".
Apakah karena kata tersebut merupakan ikon atau ciri khas  Surabaya?

Mari kita amati diri sendiri.

Pertama,
Kata " Jan..x" tidak ada artinya namun bisa dikonotasikan negatif karena bahasa itu universal.
Ketika kita berucap kata tersebut, maka sekitar kita, orang lain utamanya wilayah Jawa Timur, dan bahkan diri kita, menyadari bahwa ada rasa yang tidak puas, ada rasa yang tidak sesuai dengan hati kita.

Kedua,
Kata " Jan..x" sudah terlanjur dikonsumsi masyarakat sebagai kata yang tidak apa- apa, tidak kharam, karena tidak menyakiti orang lain.Jika menyakiti barulah tidak boleh.Apalagi hal itu telah dilontarkan oleh orang yang sudah punya nama besar dan memiliki pengaruh.

Jika memang kata tersebut tidak berdosa," mengapa ada rasa yang tidak enak di dalam diri juga orang yang di sekitar kita ?
Inilah hukum alam.

Coba renungkan :
Saat emosi memuncak , kata " Jan..x" terlontar, hati terguncang , pikiran kacau.

Apa yang terjadi ?
1.Menyakiti hati sendiri.
   * jiwa kita sejatinya ingin selalu tenang, namun disaat sering ucapkan kata " Jan..x" ,jiwa goyah.
    * Tekanan darah tinggi.
     Karena pengucapannya spontan dengan nada tinggi, otomatis tekanan darah juga naik.
      *Bau mulut
       Mulut yang selalu dibuat berkata yang tidak baik, lambat laun akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.Si pelaku tidak merasa dan tidak menyadari namun orang lain yang didekatnya yang merasakannya.

2.Menyakiti orang lain.
   Lawan bicara akan tersakiti karena ucapan tersebut.

Saudaraku,
Jika kita masih saja memelihara kata"Jan..x" tersebut, maka tanpa kau sadari ,kau telah meracuni diri sendiri maupun orang lain , yang akan menjadikan kebiasaanmu kelak.
Bukankah akhir adalah nilai nya?
Jika akhir hayat kita baik, maka baiklah semuanya.

Perbaiki mulai sekarang.
Pilihlah kata yang baik, bukankah ucapan adalah " Do' a??
Dan bukankah kata - kata yang bagus telah dipilihkan oleh -Nya?

Wallohu bissowab.

Jumat, 23 Juni 2017

TAK WARAH

Kalimat ''TAK WARAH" ini berkonotasi bohong.Kebohongan pada diri sendiri dan juga pada orang lain yang diajak bicara.Menurutnya ,dengan begitu dia menyembunyikan sesuatu yang dia orang lain tidak boleh tahu.

Ada baiknya jika bicara yang sebenarnya atau bilang mohon maaf saya tidak mau bicara masalah ini.

Bohong adalah satu satu ciri orang-orang munafik.

Seseorang tidak mau disebut munafik.Akan tetapi perangainya sangat bertentangan dengan akhlak yang diperbuatnya.Sungguh ironis memang.

Neraka syakorlah tempatnya.

Jagalah diri dari sifat ini.

Sabtu, 25 Maret 2017

MARAH Bag.1

Bismillahirrahmanirrahim
Marah adalah salah satu bentuk emosi jiwa yang terlepas kendali.Begitu garang,begitu riuh terdengar.

Keinginan Diri yang tidak terpenuhi atau keegoisan Diri inilah muncullah yang namanya marah .

Tak peduli siapa yang dihadapi, jika sudah marah , terlepas lah tanpa kendali.

Selasa, 01 Maret 2016

MASUK WILAYAH-NYA (bag.4 .habis)

Ada salah satu teman yang bilang ke saya," mengapa tulisannya meloncat - loncat?"

Mohon maaf karena masih dapat yang itu , dan belum dibukukan.
Semoga kelak Alloh bisa memberi jalan untuk menjadikan tulisan ini menjadi buku yang utuh.aamiin.

Lehhh kok ngelantur...
Maaf...fikiran lagi kesitu...

Kembali kepada pokoknya.

Ada satu sifat walaupun ia telah berusaha menjalankan sholat,puasa serta dzikir ternyata masih saja belum bisa menguasai dirinya.
Sifat ke-ego-an masih melekat.Masih merasa benar sendiri, masih merasa diri yang paling baik dan seterusnya.

Jika memang orang itu sudah benar masuk wilayah-Nya , sifat rahman rahim lah ( kasih sayang ) yang tercipta karena Alloh juga Maha Rahman Rahim kepada semua ciptaan-Nya.

Celupan sifat inilah yang Alloh berikan kepada mereka yang telah berusaha masuk ke tempat Wilayah-Nya,selalu.

Semoga,

Wallohu bisshowab

MASUK WILAYAH-NYA ( bag.3 )

Sering-sering masuk wilayah-Nya dengan cara merasakan kedekatan dengan-Nya.Sehingga setiap langkah selalu ngobrol dengan-Nya.

Sangat sederhana sekali.
Cukup bicara dalam hati tidak perlu bicara keras-keras.Karena Dia-pun mendengar karena Dia Maha Mendengar walaupun tidak bersuara.Serta bahasa-Nya juga bukan dalam bentuk Suara.

Ya Alloh saya ingin ini...
Ya Alloh saya mau ke...
Ya Alloh saya punya masalah ini...
Ya Alloh apa yang harus saya lakukan...

Dan lain sebagainya...

Oh begitu indahnya kita selalu bersama-Nya.

Tanpa kita sadari kita sering diberikan contoh ketika kita menonton film atau sinetron.

Orang baik selalu bicara dalam hati mengadu kepada Tuhan, apa yang mesti diperbuatnya.

Beda dengan orang jahat selalu bergumam sendiri, kekalutan yang datang.Setanpun masuk wilayah ini.Berbaur menjadi satu.Runyam jadinya.

MASUK WILAYAH-NYA ( bag.2 )

Ketika sudah masuk wilayah-Nya celupan keilahian masuk ke jiwa kita.Tuntunan ilahi serasa melangkahkan jiwa ini untuk selalu bersama-Nya.

Kita dituntun untuk berbuat baik, apasaja yang membuat hati tenang.Berpuasa, sholat, atau dzikir. Asmaul husna yang 99 itu serasa dicurahkan kepada mereka-mereka yang masuk Wilayah-Nya.

Ada kesombongan muncul, diingatkan-Nya.

Ada rasa sesal muncul,pikiran kalut atau gundah gulana, diingatkan-Nya dengan istighfar sebanyak-banyaknya.

Ada keberhasilan datang melalui diri,anak atau istri diingatkan-Nya untuk bersyukur dan mengembalikannya kepada-Nya.

Sehingga kiblat-Nya,poros-Nya hanya kepada Alloh Pemilik Segala Sesuatu.

Wallohu a'lam bisshowab.

MASUK WILAYAH-NYA

Pikiran kita sebagai manusia sangatlah sempit.Kacamata kita, persepsi kita jangkauannya sangatlah pendek.

Ada banyak contoh di kehidupan kita yang sering kita salah menyikapi, mempersepsikan sesuatu di depan mata kita.

Melihat orang punya mobil, gantheng, gagah, cantik kita anggap sebagai orang yang kaya, hidupnya matang dan mapan.
Tetapi kacamata Tuhan ternyata lain.Hidupnya penuh kepura - puraan.

Melihat perawakan tubuh dari gemuk menjadi agak kurusan, kaca mata kita sudah menganggapnya sebagai orang yang punya masalah , punya beban, dan hidupnya sengsara.Padahal si orang ini sudah berusaha mengatur pola makannya dengan cara berpuasa.Ingin mendekatkan diri Sang Pencipta.Karena dirasa waktu di dunia ini sangatlah singkat.

Melihat orang lain pendiam tidak banyak bicara kita anggapnya sebagai orang yang lagi- lagi punya beban hidup, hidupnya banyak masalah.Akan tetapi ternyata si empunya ini ingin berduaan saja dengan -Nya dengan jalan dzikir dalam hati, tidak terlihat karena mulutnya tidak bergerak.

Akan tetapi semua yang dilakukan makhluk di muka bumi ini kembalikan saja kepada pemilik -Nya.

Karena.....

Alloh berfirman," semua akan kembali kepada-Ku.