Tampilkan postingan dengan label hati dan fikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati dan fikiran. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Desember 2013

MENGAPA MASAKAN MENJADI ENAK ?



Artikel ini bisa sebagai rujukan bagi ibu-ibu yang pekerjaannya di dapur, tentu saja memasak makanan untuk diri dan keluarga juga mungkin untuk di jual.Makanan disini dalam arti luas yaitu membuat kue, membuat menu makanan tiap hari atau yang lain yang berhubungan dengan makanan.


Mengapa menjadi ENAK ?

Masakan hasil olahan kadang menjadi enak, lezat, sedap, mantap, tidak enak atau tidak ada rasanya sama sekali.

TERNYATA kuncinya ada pada SUASANA HATI sang pemasak makanan tersebut.
Jika suasana hati sang pemasak menyenangkan dan menentramkan hati maka masakan hasil olahannya akan menjadi enak dan seakan-akan kita ingin segera menyantapnya.

Jika suasana hati sang pemasak kacau, mengeluh dan frustasi, maka masakan hasil olahan akan menjadi tidak enak, dan kita seolah-olah enggan memakannya.

Hal itu telah dibuktikan oleh seorang peneliti dari Jepang, Masaru Emoto dan Dr.Sugara.
Mereka membandingkan empat jenis hamburger: buatan pabrik,buatan sendiri, buatan sendiri yang diberi ucapan menyenangkan dan hamburger buatan sendiri yang diberi ucapan buruk.


Dari hasil penelitian itu kata-kata yang digunakan adalah kelihatannya lezat, baunya enak, dan ingin cepat-cepat memakannya. Adapun kata-kata yang tidak mengenakkan adalah frustasi, lelah dan mengapa saya harus membuat makanan yang sulit seperti ini, padahal saya sibuk.
Dari tabel diatas betapa besar pengaruh kata-kata terhadap makanan.Selain air ternyata makanan pun akan berubah kualitasnya jika diucapkan suatu kata atau kalimat.


Semoga bermanfaat.

Taman surgawi, mojokerto

posted from Bloggeroid

Jumat, 13 September 2013

"bersama - sama " dalam bergerak

Dalam melakukan suatu aktivitas apapun pikiran,raga,hati atau jiwa saling bekerja sama.

Raga sebagai badan wadagnya ,yang bertugas bergerak dalam aktivitas sehari - hari, dan pikiran , hati atau jiwa yang berperan sang pengendali dari dalam diri.

Mereka bersama - sama bagaikan satu team yang solid saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

Hati sang pengendali utama.
Memerintah tangan , kaki ,mata untuk bergerak.

Sebuah institusi pelayanan publik memakai slogan semboyan ," melayani dengan hati ".
Mengapa pakai hati ? Kok ndak melayani pakai tangan ?


Hati yang dipakai memakai hati yang riang gembira ,terbuka dan melayani dengan santun kepada pelanggan yang datang.

Dalam beraktivitas jika hanya raga yang digunakan,sedang hatinya tidak bersama,maka itu sama saja dengan meninggalkan rumahnya sendiri.Jika hal ini sering - sering terjadi ,penghuni rumah diri sering keluar raganya ,bisa dipastikan akan ada yang ambil bagian untuk menempati raga yang tanpa penghuni alias kesurupan.

posted from Bloggeroid