Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Januari 2015

JIWA TIDAK BUTUH NASI

Manusia sebagai makhluk Tuhan, makhluk bumi sangat butuh energi utamanya makan dan minum.


Seperti artikel di awal, tentang jiwa, bahwa jiwa bersemayam dalam tubuh ini jika diri ini masih hidup di dunia.


Jiwa juga butuh makanan yang tidak sama dengan jasad manusia.Jiwa adalah makhluk gaib atau sang diri ini yang selalu ingin merasa tenang.Akan tetapi masih banyak jiwa- jiwa yang masih belum bisa menemukan rasa tenang itu.


Jika dalam dunia ini, ada banyak cara untuk memenuhi kebutuhan jiwa diantaranya dengan mendekatkan dengan Allah SWT.Sholat, puasa , sedekah dan berbuat kebaikan lainnya.Kesemuanya itu bisa dirasakan di dunia ini juga bisa dipetik setelah mati hingga di akhirat.


Kok bisa !!


Karena kebaikan itu sejatinya adalah juga makhluk yang bisa berhubungan dengan pelakunya.Juga bisa membawa manfaat bagi mereka yang telah meninggal dunia duluan , karena itu sejatinya makanan bagi yang sudah meninggal dunia.

Hal itu seperti artikel berikut ini :

( from www.raikano.weebly.com)

KEUTAMAAN JUM'AT bag.6 (habis) Kisah Do'a dan Sedekah untuk Ahli Kubur ( 25/3/2014 )

Al- Faqih menuturkan dari ayahnya, ia berkata," Kami mendengar bahwa Shalih Al- Murri pada malam Jum'at hendak pergi ke masjid jami' untuk shalat shubuh.Ia melewati kuburan, lantas berkata,"Aku akan berhenti disini sampai terbit fajar." Lalu ia masuk pemakaman dan mengerjakan shalat dua rakaat lantas bersandar pada salah satu kuburan dan tertidur disitu. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat para penghuni kubur itu keluar dari kubur, mereka lalu duduk berkelompok- kelompok sambil berbincang-bincang.Namun ada seorang pemuda dengan pakaian kotor duduk sendirian dan tampak sedih sekali.Tidak lama kemudian disuguhkan talam-talam yang ditutupi sapu tangan.Setelah menerima talam itu mereka masuk lagi ke dalam kuburnya masing-masing , sehingga tinggal pemuda itu sendirian.Ia tidak mendapatkan talam.Dengan wajah sedih ia berdiri hendak masuk ke kuburnya, lantas saya tegur, " Hai hamba Allah , mengapa kamu kelihatan sedih dan apa yang di bawa oleh orang-orang itu? Ia menjawab," Shalih Al-Murri , apakah kamu melihat talam?" Shalih Al-Murri menjawab," Ya, lalu apakah itu ?" Pemuda itu berkata," itu adalah kiriman dari orang-orang yang hidup kepada orang-orang yang telah mati berupa SEDEKAH dan DO'A , lalu diantar kesini setiap malam jum'at. Sedangkan aku berasal dari Sind.Aku dibawa ibuku untuk menunaikan ibadah haji, namun ketika sampai di Bashrah aku meninggal dunia dan ibuku kawin lagi.Ia tidak mengatakan kepada kepada suaminya yang baru bahwa ia mempunyai anak.Ia dilalaikan oleh harta bendanya, sehingga tidak pernah mengingat aku lagi.Maka alangkah malang nasibku karena tidak ada orang yang mengingatku sesudahku mati.Shalih Al-Murri bertanya,"Dimana rumah ibumu? " Pemuda itu menyebutkan alamatnya.Pagi harinya, setelah selesai shalat shubuh,Shalih Al-Murri mencari alamat yang disebutkan oleh pemuda itu sampai ia menemukannya.Setelah sampai ke rumah ibunya, ia berkata di depan pintu," Nama saya Shalih Al-Murri, perkenankanlah masuk, maka iapun masuk, lalu berkata," Saya ingin bercerita denganmu, namun jangan sampau ada orang lain yang mendengarnya.Maka Shalih mendekat kepadanya, sehingga tidak ada jarak lagi antara Shalih Al-Murri dengannya, kecuali tabir.Kemudian Shalih berkata,"Semoga Allah mengasihani kamu. Apakah kamu mempunyai anak?"Perempuan itu menjawab," Tidak."Shalih bertanya lagi," Apakah kamu dulu mempunyai anak ? " Perempuan itu menarik nafas panjang lantas berkata,"Saya dulu mempunyai anak yang sudah menginjak remaja, namun ia mati.Kemudian Shalih menceritakan kisah yang dialaminya kepada perempuan itu, lantas perempuan itu menangis sampai air matanya bercucuran ke pipinya lantas berkata,"Wahai Shalih, benar ia anakku yang pernah di dalam perutku dan meminum air susuku, serta pangkuanku menjadi tempat tidurnya.Kemudian perempuan itu memberikan seribu dirham kepada Shalih seraya berkata,"sedekahkanlah uang ini untuk anak kesayanganku itu San saya tidak akan melupakannya lagi seumur hidupku untuk berdo'a dan bersedekah untuknya.Kemudian Shalih pergi dan menyedekahkan uang seribu dirham itu. Pada malam Jum'at berikutnya,Shalih pergi ke kuburan itu, lalu mengerjakan shalat dua rakaat dan bersandar pada salah satu kuburan dan tertidur.Dalam mimpinya, ia melihat para penghuni kubur itu keluar dan pemuda itu tampak mengenakan pakaian putih bersih dan kelihatan gembira sekali.Kemudian ia mendekat kepada Shalih Al-Murri, semoga Allah membalas kebaikanmu. Hadiah itu telah sampai kepadaku.Shalih bertanya kepadanya," Apakah kamu mengetahui hari JUM'AT ? Pemuda itu menjawab," Tentu burung -burung yang berada di angkasa mengetahuinya, dan mereka mengucapkan selamat untuk hari yang baik, yakni hari Jum'at. semoga bermanfaat, aamiin 

Taman Surgawi, Mojokerto

Jumat, 09 Januari 2015

MASIH DENGAN BASMALAH

Bismillahirrohmaanirrohim.
Pada artikel yang lalu, ketika baca basmalah, jiwa diarahkan kepada Sang Penguasa Jagad.
Untuk mengenal jiwa, mari kita belajar selami jiwa ini dengan latihan sederhana.Saya tidak mendefinisikan biar tidak bingung.

*pertama, pejamkan mata

*amati apa yang kamu lihat, apa yang kamu rasakan.

*disitu kamu bisa merasakan senang , sedih, sakit, bahagia yang terungkap dalam hatimu.

*hati yang digambarkan dengan love ( gambar jantung  ), itu hanya elemen tubuh dari badan ini, seperti mata atau telinga kita

*hatiku senang, hatiku lapang, hatiku bahagia berbunga - bunga, ini adalah ungkapannya jiwa  ( yang dirasakan jiwa )

* jiwa ini bisa berkelana kemana - mana karena jiwa sebenarnya adalah luas , sehingga jiwa bisa merasakan seolah - olah berada di dalam rumah, bisa merasakan saat - saat bersama anak dan istri, bisa merasakan tempat wisata yang pernah dikunjungi.


Akan tetapi walaupun mata kita terbuka, saat kita menyetir mobil misalnya, jiwa kita bisa merasakan bahagia saat bersama anak dan istri kita.

Sampai disini semoga kepahaman bisa kita rasakan, aamiin.

Setelah paham dengan jiwa ini, kita kembali kepada pokok pembicaraan awal, yaitu jiwa kita arahkan kepada Sang Penguasa Jagad, yaitu dengan kesadaran ini akan Sang Penguasa Jagad ini yang tidak sama dengan apapun juga ( banyak lagi definisinya ), ** baca lagi artikel " kesadaran akan Tuhan" sebelumnya.Kita sadar bahwa kita sedang berhadapan dengan-Nya, lalu bacalah basmalah.

Definisi - definisi alamat atau arah Sang Penguasa Jagad adalah suatu gambaran saja, sehingga jika sudah paham, hal itu tidak berguna lagi.

Taman Surgawi, Mojokerto

Senin, 05 Januari 2015

MEMBACA BASMALAH

Bismillahirrohmaanirrohim.

Untuk permulaan memang pembiasaan dengan hanya ucapan saja.Itu biasa bagi anak-anak.Mereka hanya bisa menghafal, membaca, dan melafadzkan saja basmalah itu.

Bagi yang sudah merasa dewasa dan ingin meningkatkan kualitas ibadah dan membuat kemantapan diri, kalimat Basmalah itu diucapkan dengan penuh kesadaran tinggi.Baik secara lisan dengan terdengar telinga maupun diucapkan dalam hati yang tidak terdengar oleh telinga kita sendiri maupun telinga orang lain.


Coba kita lihat artinya basmalah.

"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".

Kita dianjurkan baca basmalah karena dari situ kita dituntun untuk menyadari bahwa dengan nama-Nya ( Allah ) kita bisa ber-apa saja, beraktifitas apapun, sehingga dengan Allah keberkahan insyaAllah bisa terwujud.

Lagi-lagi "kesadaran" yang kita butuhkan dalam membaca basmalah ini.

Ketika kita basmalah, kita menyadari bahwa Allah yang menggerakkan mulut kita, tangan kita dan sebagainya, hati dan pikiran kita arahkan kepada Allah, Sang Penggerak diri dan Seluruh Jagad Raya ini ( baca lagi * kesadaran akan Tuhan* pada artikel saya sebelumnya ).

Sebenarnya kita manusia lemah tak berdaya atas segala sesuatu.Allahlah yang punya Kuasa.Untuk itulah mohon kepada -Nya atas apapun juga dengan memulai Basmalah.

Semoga bermanfaat, aamiin

Taman surgawi , Mojokerto

Muyaslana's family

Sabtu, 29 November 2014

PAHALA ????

Kita sering mendengar yang namanya pahala.Dalam benak kita yang terlintas adalah ganjaran, atau balasan dari Tuhan atas perbuatan kita yang baik.

Satu perbuatan baik akan dibalas 10 kebaikan.Bagaimana ini?
Ternyata Allah akan membalas satu perbuatan baik kita dengan kelipatan 10.Misalkan saja kita berbuat baik dengan membuang batu di jalan raya.Allah akan memberikan kita jalan kebaikan lagi sebanyak 10.Dimudahkan bisa membantu teman yang lagi terjatuh dari tangga waktu kerja, dibuat gembira oleh-Nya saat akan tidur, saat ban sepeda bocor, dimudahkan penyelesainnya.Dan masih banyak lagi kemudahan- kemudahan yang memang dibalas oleh Allah kepada mereka yang berbuat kebaikan.

Serta kebaikan dari balasan Allah berlipat lagi, akumulatif.Dari balasan Allah bisa membantu teman saat terjatuh dari tangga waktu kerja ( efek dari berbuat baik membuang batu di jalan raya), si penolong bisa mendapat teman yang baik dari yang teman yang tertolong  saat terjatuh tangga tadi.Efek dari membuang batu berbuah kebaikan, serta efek membantu teman jatuhpun berbuah lagi, sampai kita tak bisa menyadarinya jika itu memang efek dari berbuat baik.


Ini adalah suatu mata rantai kebaikan- kebaikan yang dilakukan mereka- mereka yang memang ingin berbuat baik.Tidak ikhlaspun dapat balasan dari Allah di dunia saja.Maksudnya kita berbuat baik, dengan tidak ikhlas dapat balasan juga dari mereka yang telah kita bantu atau dari orang lain.Karena memang membantu supaya dapat gantian membantu.

Beda lagi jika berbuat baik dengan ikhlas karena Allah, maka dunia dapat, akhirat dapat.Mendapat nikmat dunia karena diberi kemudahan-kemudahan, dipertemukan dengan orang-orang baik, diberikan kemudahan beribadah kepada Allah untuk bekal di akhirat.Allah akan membuat orang yang telah dibantunya menjadi teman yang gembira dan bersyukur, sehingga terjadi hubungan timbal balik yang tidak ada penghitungan, karena keikhlasan yang tercipta.


Semoga kita semua termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan denga ikhlas karena apapun juga untuk berbuat kebaikan sejatinya karena Kuasa Allah, serta Kehendak Allah.Sehingga kemakmuran di bumi bisa terwujud...aamiin

Semoga


Taman surgawi, Mojokerto

Muyaslana's family.




Sabtu, 09 Agustus 2014

SYARAT BERPAHALA ?

Agar apa yang kita lakukan berpahala ada memang syarat yang harus dipenuhi.

Contoh keseharian kita :
* berolah raga ( lari )

Lari adalah bentuk olah raga murah dan akan mendapatkan pahala.Yaitu badan sehat dan bugar.Syaratnya dilakukan dengan senang, apalagi jika dilakukan rutin setiap hari, akan nyata hasilnya.

Pahala disini sama artinya hasil yang didapat , faedah yang diperoleh dari suatu kegiatan.

* makan dan minum
Agar makan dan minum berpahala maka syaratnya harus bergizi, tidak berlebihan, tidak terlalu banyak juga tidak terlalu sedikit sehingga pahala yang didapat adalah tubuh terasa fit, dan mendapatkan tenaga untuk beraktifitas.

Lari, makan dan minum juga bagian dari ibadah jika memang diniatkan untuk ibadah, mengapa demikian ?
Karena ketiga aktifitas ini sebagai salah satu pendukung untuk melakukan ibadah kepada Sang Pencipta. Dengan badan sehat, pikiran sehat maka ibadah yang diperintahkan oleh-Nya akan terasa nyaman.Bayangkan jika badan sakit, ibadah terasa berat di badan.

Coba tengoklah sebentar akan ibadah ini :
*** makan sahur
Makan sahur berpahala ? Apa syaratnya ?syaratnya ya dilakukan.
Makan sahur itu sebagai sarana penyimpanan makanan awal dalam tubuh sebelum puasa dimulai.
Ibarat mesin motor sebelum dioperasikan harus ada olie dan bensinnya. Dengan makan sahur , pahala yang didapat badan terasa bertenaga, tidak 100% lemas, karena ada cadangan makanan.Untuk masalah faedah ( pahala ) di akhirat, tak usah dipikir, biarkan Allah saja yang Berkehendak.

*** puasa
Puasa ini berpahala dengan syarat awal harus tidak boleh makan dan minum.Dengan begitu, tubuh diistiratkan, pahala ( faedah ) dunia didapat. Proses detoksifikasi, perbaikan sistem tubuh, zat-zat tubuh, enzim-enzim bekerja maksimal.
Syarat selanjutnya adalah pikiran dan tingkah laku yang terjaga, sehingga ketenangan, kedamaian, dan kegembiraan lahir bathin tercurahkan, yang nantinya dicatat sebagai ibadah oleh-Nya dan akan selalu bersama-Nya.
Aamiin, semoga

Taman surgawi, Mojokerto
Muyaslana's family

Rabu, 12 Februari 2014

ASESORIS DAN AMALAN SUNNAH

Sholat 5 waktu, dhuhur , ashar , maghrib , isya' dan shubuh adalah suatu ibadah untuk menghadap sang pencipta bagi umat Islam. Amalan itu termasuk rukun Islam yang ke-3. 


Amalan itu sebagai bentuk kepatuhan,pengabdian juga permohonan kepada sang Khalik.

Seorang hamba yang merasa kurang akan ibadah hanya sholat 5 waktu, mereka tambah dengan amalan- amalan sunnah lainnya.

Puasa sunnah (senin-kamis, puasa putih tiga hari 13,14,15 setiap bulan,puasa Rajab,puasa 6 hari selesai hari raya idul fitri,puasa tarwiyah- arafah di bulan haji), sholat rawatib,sholat malam , sedekah, dan lain- lain.

Hidup di dunia bagaikan mengumpulkan perbekalan untuk perjalanan jauh.Perbekalan yang pastinya adalah ibadah itu sendiri.Semua dilakukan berusaha diniatkan ibadah.Ibadah kepada sang pencipta alam semesta raya.

Sepeda yang sudah dirancang pembuatnya bagi pemakainya masih saja ada yang kurang.Akhirnya ditambahkannya assesoris untuk mempercantiknya.Ya memang terlihat menarik untuk dipakai dan dilihatnya.

Semula biasa akhirnya menjadi luar biasa.

Ibadah yang hanya terbatas itu saja kurang menarik dan assesoris sebagai pelengkapnya adalah ibadah - ibadah diluar yang wajib.

Sepeda dengan assesoris akan tampak indah, ibadah yang wajib ditambah sunnah-sunnah sebagai pelengkap, sebagai assesorisnya akan tampak indah juga, semoga...aamiin.


Taman surgawi, mojokerto
Muyaslana's family
13022014