Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Februari 2014

KESADARAN JIWA

Hidup di dunia adalah untuk mengalami, untuk mempelajari hal-hal yang telah disediakan Tuhan untuk kita.

Setiap hari, setiap masa, selalu berbeda masalahnya. Kita sebagai manusia diharapkan untuk menundukkannya.

Jika kita sudah paham akan pelajaran yang disediakan Tuhan untuk kita, kita dengan mudahnya menyelesaikannya. Dan bila ada orang lain yang menggerutu akan pelajarannya kita tersenyum kepada mereka karena mereka memang masih belum dapat menyelesaikan pelajaran yang dihadapi.

Ada banyak orang yang dalam pergaulan sehari-hari bisa baik dengan sesamanya akan tetapi masih belum bisa mendewasakan anak kecil yang di dalam. Anak kecil yang di dalam itu adalah jiwa.

Dengan menyadari bahwa hidup adalah bukan sekedar makan, minum bergaul dengan sesamanya, akan tetapi ada sisi lain bahwa hidup itu kesadaran jiwa yang perlu untuk ditaklukkan.

Kesadaran jiwa bisa diartikan sebagai mendewasakan diri akan semua pengalaman yang tidak menyenangkan dan semua ketidakpuasan yang pernah ada selama hidup kita tersimpan dengan baik pada tingkat kesadaran ini.

Jadi, setelah anda mulai sadar sebagai kesadaran jiwa , ingatan-ingatan atas ketidakpuasan ini akan kembali lagi dengan lebih jelas. Hal ini adalah sesuatu yang sangat wajar sekali.

Kesadaran jiwa jarang mempunyai kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan dunia luar. Kesadaran jiwa biasanya lebih banyak bersifat pasif karena selama ini tidak diberi kesempatan oleh kesadaran fisik. Kurangnya interaksi secara langsung ini membuat kesadaran jiwa mempunyai lebih sedikit kesempatan untuk menghilangkan emosi-emosi negatif ini.

Semoga bermanfaat, Aamiin

Taman surgawi, Mojokerto
Muyaslana's family
16022014

Kamis, 13 Februari 2014

HIDUP ITU KESADARAN (kesadaran fisik)

Ilustrasi:
"Ma,mana kaosku,aku mau main,"pinta Vino kepada ibunya.
"Ini kaosnya. Tapi mainnya dekat-dekat saja,"sahut ibunya,".
"Iya,  ma," jawab Vino.

Ketika mengendarai sepeda, Arka selalu berada di lajur kiri jalan. Dia sadar bahwa lajur kanan arah berlawanan ada pengendara lain. Sangat hati-hati dalam bersepeda dan berusaha tidak ngebut dan tidak ugal-ugalan. Jika hal itu terjadi kecelakaan bakal mengintainya.

Sultan belajar sendiri di kamar. Dia membaca buku pelajaran dan juga belajar perkalian.

Dari ketiga contoh diatas jelaslah kesadaran yang diperlukan. Sadar akan dirinya ketika berbicara dengan orang tua, sadar ketika bersepeda, sadar saat belajar.

Kesadaran tersebut adalah kesadaran tingkat pertama ( kesadaran fisik ).
Untuk lain waktu akan kita lanjutkan tentang kesadaran ini... Semoga

Taman Surgawi, Mojokerto
Muyaslana's Family
14022014


Rabu, 22 Januari 2014

BERSYUKURLAH

Bahagia itu ternyata ada pada kita.Tuhan telah memberikannya untuk kita semua, dan kisah motivasi ini semoga menginspirasi kita semua untuk selalu bersyukur akan nikmat Tuhan yang telah dicurahkan bagi kita semua.

Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.

Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh… Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”
Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya masyarakat biasa dan membaur ke tempat keramaian.

“Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang,” terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah.
Di tempat lain, dia mendengar seorang saudagar kaya; walaupun harta berkecukupan, tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Tampaknya dia juga tidak bahagia.

Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ, tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang, “Huah! Tuhan, terima kasih. Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Dan sekarang, saatnya hambamu hendak beristirahat.”

Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu, si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. Matanya terpejam. Wajahnya begitu bersahaja.
Mendengar suara di sekitarnya, dia terbangun. Dengan tersenyum dia menyapa ramah, “Hai, Pak Tua. Silahkan beristirahat di sini.”
“Terima kasih, Anak Muda. Boleh bapak bertanya?” tanya si pedagang.
“Silakan.”
“Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?”
“Tidak, Pak Tua. Menurutku, tak peduli apapun pekerjaan itu, asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik2nya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. Aku senang, orang yang kubantu senang, orang yang membantuku juga senang, pasti Tuhan juga senang di atas sana. Ya kan? Dan akhirnya, aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua pemberiannya ini”.

Teman-teman yang luar biasa,
Kenyataan di kehidupan ini, kekayaan, ketenaran, dan kekuasaan sebesar apapun tidak menjamin rasa bahagia.

Bisa kita baca kisah hidup seorang maha bintang Michael Jackson, yang berhutang di antara kelimpahan kekayaannya. Dia hidup menyendiri dan kesepian di tengah keramaian penggemarnya; tidak bahagia di tengah hiruk pikuk bumi yang diperjuangkannya.
Entah seberapa kontroversial kehidupan Michael Jackson. Tetapi, yah… setidaknya, dia telah berusaha berbuat yang terbaik dari dirinya untuk umat manusia lainnya.

Mari, jangan sampai kita menjadi budaknya materi. Mampu bersyukur merupakan kebutuhan manusia. Mari kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kita, dan bagi manusia-manusia lainnya. Sehingga, kita senantiasa bisa menikmati hidup ini penuh dengan sukacita, syukur, dan bahagia.

Dengan bersyukur, Tuhan akan menambah kenikmatan- kenikmatan yang lain.

Nabi Ibrahim ('Ibrāhīm):7 - Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".


Semoga bermanfaat

Taman surgawi, mojokerto
muyaslana's family