Rabu, 12 Maret 2014

MENGIKUTI SUARA HATI

Apakah suara hati itu?
Apakah suara hati itu sesuatu yang benar-benar terdengar seperti suara, berbentuk tulisan, huruf-huruf atau kata-kata?

Ya, suara hati itu tidak seperti yang tertera di atas.

Ketika kita ingin mengetahui itu suara hati atau bukan ( pikiran fisik kita), ada beberapa hal yang perlu dicermati

Bagaimana ?

Dalam mengenali suara hati itu, cobalah amati, kita sendiri seolah-olah berbicara sendiri dalam hati kita. Misalkan hal apa yang harus dilakukan saat ini, bertanya pada diri sendiri,bagaimana aku harus berbicara dengan orang yang tidak dikenal atau hal-hal lain yang perlu ditanyakan dalam diri sendiri.

Setelah kita bertanya pada diri, ada jawaban yang muncul.
Jawaban itu bisa berasal pikiran fisik kita sendiri tetapi juga bisa berasal dari suara hati .

Cirinya terletak antara alis dan dahi.

Jika diantara kedua bagian tubuh itu (alis dan dahi), terjadi sedikit tekanan, ada penumpukan energi, dan ada ketegangan urat-urat kita maka dapat dipastikan bahwa yang bekerja adalah sesuatu yang berada di kepala kita yaitu otak kita. Itu jawaban dari fikiran fisik kita.

Apabila suara hati yang memberikan jawaban,hal pertama yang perlu dilakukan adalah santai dan tersenyumlah. Maka diantara kedua bagian tubuh itu ( alis dan dahi ), tidak ada penumpukan energi, tidak terjadi tekanan dan tidak ada ketegangan urat-urat ( kendur ).

Bagi yang ingin meningkatkan kesadarannya, suara hati dihubungkan kepada pemilik hati yaitu Tuhan Yang Maha Memiliki Segala Sesuatu.

Bagaimana caranya ?

Ketika menginginkan sesuatu yang benar-benar dari suara hati  maka mereka bertanya langsung kepada Tuhan.Terjadi dialog, komunikasi dengan Tuhan. Tidak dengan suara keras dan lantang akan tetapi dengan suara hati yang tidak terdengar oleh siapa-siapa kecuali dia dan Tuhan. ( bahasa Tuhan juga tidak berupa suara, tulisan, huruf-huruf, atau kata-kata... baca artikel sebelumnya... bahasanya Alloh sang kholik).

Yang akhirnya mereka akan hidup dengan Tuhan.Inilah yang disebut sistem bertuhan.Apa-apa dengan Tuhan, dalam sedih maupun dalam suka.

Semoga aku dan kamu bisa menjalaninya.

Aamiin.

Taman Surgawi, Mojokerto 

Muyaslana's Family

12032014, 21:38

Sabtu, 08 Maret 2014

SAAT MATI BANYAK PELAYAT?

Mengapa ya saat mati pelayat banyak? Padahal orang itu tidak shalat. Ungkapan itu saya dengar dari kerabat pagi tadi saat ada orang yang meninggal dunia.

Tak ada yang salah dari ungkapan itu.
Mengapa begitu?

Si empunya ternyata ringan tangan.Suka menyapa, dan baik dengan tetangga.
Hal ini terjadi hukum sebab akibat. Siapa yang baik akan dibalas baik. Siapa yang buruk akan dibalas buruk pula.
Ini yang dinamakan hablum minannas (hubungan dengan manusia).

Walaupun tidak shalat, jika baik tetap akan dibalas baik pula oleh Allah. Tidak ada satupun yang terlewatkan oleh pengamatan-Nya.

Tinggal hablum minalloh( hubungan dengan Allah ).Baik tidak dengan Allah. Taat, ikhlas, ridha akan segala keputusan Allah tidak si empunya. Juga yang tak kalah pentingnya adalah benar-benar bersaksi tidak kepada Tuhannya. Sudah tahu tidak alamat yang dituju.Peta pulang menghadap-Nya harus tahu.
Wallohu bisshowab.

Saat menjelang mati kesadaran yang ada.Sadar akan apa, sadar kepada siapakah kita ??

Untuk itu, aku mohon Kuasa-Mu, aku mohon Kehendak-Mu dan aku mohon Ridho-Mu agar Engkau menyadarkan diri ini beserta orang-orang yang mau mencari diri-Mu ( para pencari Tuhan).Sadar akan diri ini akan diri Engkau.

Taman Surgawi, Mojokerto
Muyaslana's Family
08032014;19:17

Sabtu, 15 Februari 2014

KESADARAN JIWA

Hidup di dunia adalah untuk mengalami, untuk mempelajari hal-hal yang telah disediakan Tuhan untuk kita.

Setiap hari, setiap masa, selalu berbeda masalahnya. Kita sebagai manusia diharapkan untuk menundukkannya.

Jika kita sudah paham akan pelajaran yang disediakan Tuhan untuk kita, kita dengan mudahnya menyelesaikannya. Dan bila ada orang lain yang menggerutu akan pelajarannya kita tersenyum kepada mereka karena mereka memang masih belum dapat menyelesaikan pelajaran yang dihadapi.

Ada banyak orang yang dalam pergaulan sehari-hari bisa baik dengan sesamanya akan tetapi masih belum bisa mendewasakan anak kecil yang di dalam. Anak kecil yang di dalam itu adalah jiwa.

Dengan menyadari bahwa hidup adalah bukan sekedar makan, minum bergaul dengan sesamanya, akan tetapi ada sisi lain bahwa hidup itu kesadaran jiwa yang perlu untuk ditaklukkan.

Kesadaran jiwa bisa diartikan sebagai mendewasakan diri akan semua pengalaman yang tidak menyenangkan dan semua ketidakpuasan yang pernah ada selama hidup kita tersimpan dengan baik pada tingkat kesadaran ini.

Jadi, setelah anda mulai sadar sebagai kesadaran jiwa , ingatan-ingatan atas ketidakpuasan ini akan kembali lagi dengan lebih jelas. Hal ini adalah sesuatu yang sangat wajar sekali.

Kesadaran jiwa jarang mempunyai kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan dunia luar. Kesadaran jiwa biasanya lebih banyak bersifat pasif karena selama ini tidak diberi kesempatan oleh kesadaran fisik. Kurangnya interaksi secara langsung ini membuat kesadaran jiwa mempunyai lebih sedikit kesempatan untuk menghilangkan emosi-emosi negatif ini.

Semoga bermanfaat, Aamiin

Taman surgawi, Mojokerto
Muyaslana's family
16022014

Kamis, 13 Februari 2014

HIDUP ITU KESADARAN (kesadaran fisik)

Ilustrasi:
"Ma,mana kaosku,aku mau main,"pinta Vino kepada ibunya.
"Ini kaosnya. Tapi mainnya dekat-dekat saja,"sahut ibunya,".
"Iya,  ma," jawab Vino.

Ketika mengendarai sepeda, Arka selalu berada di lajur kiri jalan. Dia sadar bahwa lajur kanan arah berlawanan ada pengendara lain. Sangat hati-hati dalam bersepeda dan berusaha tidak ngebut dan tidak ugal-ugalan. Jika hal itu terjadi kecelakaan bakal mengintainya.

Sultan belajar sendiri di kamar. Dia membaca buku pelajaran dan juga belajar perkalian.

Dari ketiga contoh diatas jelaslah kesadaran yang diperlukan. Sadar akan dirinya ketika berbicara dengan orang tua, sadar ketika bersepeda, sadar saat belajar.

Kesadaran tersebut adalah kesadaran tingkat pertama ( kesadaran fisik ).
Untuk lain waktu akan kita lanjutkan tentang kesadaran ini... Semoga

Taman Surgawi, Mojokerto
Muyaslana's Family
14022014


Rabu, 12 Februari 2014

ASESORIS DAN AMALAN SUNNAH

Sholat 5 waktu, dhuhur , ashar , maghrib , isya' dan shubuh adalah suatu ibadah untuk menghadap sang pencipta bagi umat Islam. Amalan itu termasuk rukun Islam yang ke-3. 


Amalan itu sebagai bentuk kepatuhan,pengabdian juga permohonan kepada sang Khalik.

Seorang hamba yang merasa kurang akan ibadah hanya sholat 5 waktu, mereka tambah dengan amalan- amalan sunnah lainnya.

Puasa sunnah (senin-kamis, puasa putih tiga hari 13,14,15 setiap bulan,puasa Rajab,puasa 6 hari selesai hari raya idul fitri,puasa tarwiyah- arafah di bulan haji), sholat rawatib,sholat malam , sedekah, dan lain- lain.

Hidup di dunia bagaikan mengumpulkan perbekalan untuk perjalanan jauh.Perbekalan yang pastinya adalah ibadah itu sendiri.Semua dilakukan berusaha diniatkan ibadah.Ibadah kepada sang pencipta alam semesta raya.

Sepeda yang sudah dirancang pembuatnya bagi pemakainya masih saja ada yang kurang.Akhirnya ditambahkannya assesoris untuk mempercantiknya.Ya memang terlihat menarik untuk dipakai dan dilihatnya.

Semula biasa akhirnya menjadi luar biasa.

Ibadah yang hanya terbatas itu saja kurang menarik dan assesoris sebagai pelengkapnya adalah ibadah - ibadah diluar yang wajib.

Sepeda dengan assesoris akan tampak indah, ibadah yang wajib ditambah sunnah-sunnah sebagai pelengkap, sebagai assesorisnya akan tampak indah juga, semoga...aamiin.


Taman surgawi, mojokerto
Muyaslana's family
13022014

Kamis, 30 Januari 2014

PULANGLAH KE RUMAHMU

Aku punya rumah.Saat aku keluar rumah untuk bekerja, rekreasi, menjenguk teman /kerabat sakit,silaturahmi dan lain sebagainya, aku juga akan kembali ke rumahku.Jika aku kembali bukan ke rumahku, itu berarti aku tidak sadar atau tidak waras.Masak aku pulang ke rumah teman.Bisa juga diartikan kesasar( bahasa Jawa=salah arah).

Bagaimanapun juga aku pasti akan kembali ke rumahku. Siapapun orangnya , berasal dari manapun, semua pasti ingin kembali ke rumah tanah kelahirannya. Mereka seakan rindu akan kampung halaman dan rumahnya.

Bagaikan rindu surga dunia.Dimana aku dibesarkan, mengenang keluarga, mendambakan kedamaian.

Aku berusaha menghafal dan melakukan( bertindak ) untuk menuju rumahku setiap aku kembali dari aktivitas keluar rumah.

Memang jika setiap kali melakukan minimal akan tahu juga tempat tinggal rumah kita seiring dengan bertambahnya intensitas kita dalam berfikir dan kedewasaan kita.

Konkritnya seperti ini,
Jika masa anak-anak, perlu proses belajar dan bertindak apabila keluar rumah yang dekat-dekat saja.
Seiring bertambahnya usia dan berfikir, akhirnya bisa ketemu juga tempat tinggal rumahnya, walaupun melewati jalan yang rumit dan jauh.

Bagaimana dengan kita, sudahkan kita tahu akan kembali kemana kita nanti?
Sudah tahukah rumah kita sesungguhnya?

Binatang Ternak (Al-'An`ām):62 - Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat Perhitungan yang paling cepat.

Orang yg Beriman (Ghāfir):43 - Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka.

Nah, sebenarnya kita akan kembali ke asal kita.Jasad kembali ke tanah, jiwa dan ruh kita akan kembali kepada Allah seperti ayat tersebut di atas.

Peta kesana, bisa dilihat pada artikel ( Alloh maha luas dan tanda adanya Alloh"ayat-ayat Alloh di www.mudjislamet77. wordpress. com) juga pada artikel (bersandar pada siapa ? diwww.raikano.weebly.com).

Semoga kita senantiasa dituntun menuju rumah kita yang sesungguhnya. Aamiin

Taman surgawi, Mojokerto
Muyaslana's family

Rabu, 22 Januari 2014

BERSYUKURLAH

Bahagia itu ternyata ada pada kita.Tuhan telah memberikannya untuk kita semua, dan kisah motivasi ini semoga menginspirasi kita semua untuk selalu bersyukur akan nikmat Tuhan yang telah dicurahkan bagi kita semua.

Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.

Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh… Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”
Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya masyarakat biasa dan membaur ke tempat keramaian.

“Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang,” terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah.
Di tempat lain, dia mendengar seorang saudagar kaya; walaupun harta berkecukupan, tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Tampaknya dia juga tidak bahagia.

Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ, tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang, “Huah! Tuhan, terima kasih. Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Dan sekarang, saatnya hambamu hendak beristirahat.”

Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu, si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. Matanya terpejam. Wajahnya begitu bersahaja.
Mendengar suara di sekitarnya, dia terbangun. Dengan tersenyum dia menyapa ramah, “Hai, Pak Tua. Silahkan beristirahat di sini.”
“Terima kasih, Anak Muda. Boleh bapak bertanya?” tanya si pedagang.
“Silakan.”
“Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?”
“Tidak, Pak Tua. Menurutku, tak peduli apapun pekerjaan itu, asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik2nya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. Aku senang, orang yang kubantu senang, orang yang membantuku juga senang, pasti Tuhan juga senang di atas sana. Ya kan? Dan akhirnya, aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua pemberiannya ini”.

Teman-teman yang luar biasa,
Kenyataan di kehidupan ini, kekayaan, ketenaran, dan kekuasaan sebesar apapun tidak menjamin rasa bahagia.

Bisa kita baca kisah hidup seorang maha bintang Michael Jackson, yang berhutang di antara kelimpahan kekayaannya. Dia hidup menyendiri dan kesepian di tengah keramaian penggemarnya; tidak bahagia di tengah hiruk pikuk bumi yang diperjuangkannya.
Entah seberapa kontroversial kehidupan Michael Jackson. Tetapi, yah… setidaknya, dia telah berusaha berbuat yang terbaik dari dirinya untuk umat manusia lainnya.

Mari, jangan sampai kita menjadi budaknya materi. Mampu bersyukur merupakan kebutuhan manusia. Mari kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kita, dan bagi manusia-manusia lainnya. Sehingga, kita senantiasa bisa menikmati hidup ini penuh dengan sukacita, syukur, dan bahagia.

Dengan bersyukur, Tuhan akan menambah kenikmatan- kenikmatan yang lain.

Nabi Ibrahim ('Ibrāhīm):7 - Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".


Semoga bermanfaat

Taman surgawi, mojokerto
muyaslana's family