Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2015

MESTI AKU ( KOK AKU TERUS YA?)

Pekerjaan yang sering dilakukan berulang-ulang sering kali membosankan jika tidak dibarengi rasa rela, ikhlas maupun ridho kepada Allah.
Padahal sesungguhnya pekerjaan itu adalah memang baik yang dipilihkan untuk kita.

Pekerjaan ini bisa diartikan luas maknanya, baik pekerjaan yang dilakukan yang dilakukan seorang laki- laki ataupun seorang perempuan.Baik itu pekerjaan di kantor, di pasar, di rumah dan dimana saja yang dilakukan berulang-ulang.

Sampai pada titik tertentu, seseorang bisa tercetuskan dari bibirnya ," mesti aku ..!! ( kok terus aku ya? )

Ketika kita mengeluhkan sesuatu yang semestinya baik bagi kita, tanpa kita sadari sesuatu buruk
akan datang menghampiri sesuai dengan kadarnya yang dibalaskan Tuhan bagi kita.

Sesuatu yang tidak ikhlas tidak akan menghasilkan keuntungan apa-apa.
Kenapa seperti itu?
Coba kita amati, jika ada orang yang celetuk,"mesti aku"..! Apa yang kau rasakan?Engkau pastinya malah benci dengan orang itu,..orang ini lho mesti bilang itu.Walaupun tidak kamu lho... aku juga tidak rugi,"kata mereka yang mendengar".
Mereka-mereka justru malah tidak bersimpati.Acuh tak acuh kepada orang itu.Malahan bisa juga mereka-mereka baik diluar, jelek di dalam.

Sabtu, 27 Juni 2015

MENGAPA HARUS CINTA DIRI SENDIRI

Cinta adalah suatu anugerah dari Tuhan untuk kita sebagai manusia.Bukan sekedar ungkapan dari mulut anak manusia.Melainkan ungkapan jiwa dan tertuang dalam suatu tindakan dan perbuatan.

Jika cinta keluar dari bibir, hanya sekedar ucapan, pengaruhnya sama sekali tidak muncul.

Namun jika cinta  keluar dari dalam diri ini, jiwa ini, maka pengaruhnya luar biasa.Terkadang bibir ini keluh, gemetar tatkala mau berkata-kata.

Sebagai contoh, jika kita mencintai seseorang(cinta yang memang dari dalam diri,dari jiwa ini, perasaan dan cinta bercampur aduk menjadi satu, sehingga ucapan yang keluar dari bibir terasa kaku.

Terus bagaimana cinta diri sendiri?
Sabar, sabar...!!!
Cinta pada diri sendiri bisa diartikan menghargai apapun yang Tuhan berikan kepada kita.Tuhan memberikan tangan,wajah ini, kaki perut,telinga atau yang lain anggota tubuh ini.
Ya, !!! bersyukur adalah kata yang tepat.

Betapa beruntungnya aku mempunyai wajah ini ,..( walaupun wajahnya pas-pasan)...maaf jika ada yang seperti itu..
Yang pasti buatlah hati ini gembira karena anugerah anggota badan ini.

Apa pengaruhnya jika kita cinta diri kita sendiri?
So pasti banyaklah keuntungannya, wajah semakin menarik, karena selalu ceria, orang yang melihatpun senang.
Dipertemukan dengan orang-orang yang dengan vibrasinya sama.
Masalah yang didapat bisa diatasinya karena selalu senang masuk wilayah gelombang otak alpha.
Sistem imun tubuh kuat, penyakit jarang hinggap( kesehatan terjaga)
Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Bagaimana jika sebaliknya?
Ketika kita tidak cinta diri sendiri, secara otomatis kita memancarkan vibrasi negatif ke alam semesta ini.

Mengapa wajahku seperti ini, jelek, kurang menarik ya?
Tanpa disadari kita memberitahukan kepada alam semesta ini, bahwa diri ini jelek dan kurang menarik.Semesta alam menangkap informasi itu.Baik itu manusia, hewan , tumbuhan, bahkan alam lain.Manusia melihatnyapun menjadi tidak bersahabat.Hewan bisa lari karena murkanya.Tumbuhan juga( baca lagi artikel saya yang telah lalu).Alam lain? Ya alam lain.Vibrasi negatif bersinggungan dengan alam lain, karena jin dan setan berada di alam rendah, gelombang theta.
Sistem imun tubuhpun melemah.Penyakit mudah datang.

Jika jiwa sudah tidak menghargai raga ini, ia akan meninggalkan diri untuk berpulang kehadirat-Nya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atas apapun karunia-Nya.
Sehingga nikmat-Nya terus tercurahkan kepada kita hingga selamanya.Aamiin

Semoga,

Taman surgawi, kota mojokerto
Minggu, 29 Juni 2015,02:35
12 Ramadhan 1436 H

Senin, 12 Januari 2015

UNGKAPAN JIWA

Jiwa ini tahu itu baik atau buruk, tapi mengapa masih saja keburukan lebih dominan.
Jiwa ini tahu hal itu membuat sedih atau bahagia, namun kesedihan kerap melekat.
Jiwa ini paham bahwa tersenyum itu berpahala, menyehatkan bahkan hatipun bahagia, akan tetapi tersenyum seakan mahal harganya.
Jiwa ini tahu bahwa semua yang dianjurkan Allah dan Rasul-Nya benar-benar membawa keberuntungan, akan tetapi masih saja setengah- setengah dalam mengerjakannya.

Ya Allah, ya Tuhanku
Jika ini memang proses hidup yang perlu dijalani, apa boleh buat, aku hanya ikhlas apa yang Engkau Kehendaki.

Namun, Engkau memberikan bekal akal untukku, untuk berpikir apapun yang tergelar.Dengan akal pikiran itu aku yang selama ini mengutamakan egoku, merasa sombong, merasa diatas yang lain, sehingga cahaya murni dari-Mu tertutupi.Perbuatan baikpun berubah menjadi perbuatan jelek.

Tuntunan, arahan, ilham, petunjuk-Mu yang bisa mencerahkan jiwa ini aku sangat butuhkan, untuk bekal , pedoman hidup di dalam dunia ini, alam kubur juga alam akhirat.


Cahaya itu adalah yang bisa membuat jiwa ini tenang selalu sampai kapanpun.

Guruh (Ar-Ra`d):28 - (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Ayat itulah ternyata sebagi panduan jiwa ini agar menjadi tenang dan tentram.

Akan tetapi, aku mohon Kuasa-Mu, aku mohon Kehendak-Mu dan aku mohon Ridho-Mu , ya Allah Penguasa jiwa ini, agar dalam mengingat-Mu , Engkau sudi sertakan kesadaran ini benar-benar sadar sesadar-sadarnya, bahwa Engkau jelas menyertaiku serta jiwa ini.

Aku tidak bisa mengingat-Mu jika Engkau tidak mengingatkan aku untuk mengingat-Mu.

Ya Allah, ajari aku untuk mengingat-Mu, bersyukur atas karunia-Mu dan khusyu dalam beribadah.

Aamin ya robbal aalamin.


Sabtu, 10 Januari 2015

HATI DAN JIWA

Dua kata ini seperti sama maknanya.Hampir - hampir rancu dibuatnya.
Jiwa ini adalah sang empunya, sang pelakunya, sedang hati adalah kata sifat dari perasaannya jiwa.

Seperti contoh berikut ini :

* saya makan nasi enak sekali.

saya             :    subyek ( pelaku )

makan nasi :    prediket ( kata kerja )

enak sekali  :    kata sifat


* jiwanya bahagia sekali

jiwanya               :    subyek ( pelaku )

bahagia sekali   :    kata sifat dari perasaannya jiwa.

Ini penting sekali memang untuk diketahui karena pelaku diri ini adalah jiwa kita ( yang ditiupkan Roh-Nya ) sehingga bisa hidup sebagai manusia.

Badan sebagai wadah ( tempat )nya jiwa bersemayam ketika menjelma sebagai manusia.

Sehingga jiwa inilah yang dipanggil oleh-Nya saat kontrak manusia didunia habis.

Fajar (Al-Fajr):27 - Hai jiwa yang tenang.

Fajar (Al-Fajr):28 - Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.


Kamis, 27 November 2014

MAKAN BERSAMA ( dua ekor anjing ?? )

Secara fitrah, manusia memang bernafsu dan tergoda dengan menu makanan apalagi bervariasi, karena manusia adalah hayawanunnatiq ( hewan yang berakal ).Mereka selektif dalam memakannya.Dicuci dahulu, dimasak dulu dan bahkan dibuat manis dalam penyajiannya.

Lain dengan hewan yang tidak dianugerahi akal pikiran.Mereka langsung memakan makanan yang menjadi santapannya tanpa dicuci, tanpa dimasak juga tanpa diperhitungkan cara penyajiannya.


Dari tulisan sebelumnya, ada memang yang main comot saja makanan teman, tergoda penuh masakan temannya hingga ingin memakannya.Adalah lumrah dan sangat manusiawi.

Akan tetapi, apakah nafsu makan ini dibiarkan saja tanpa ada lampu merahnya? Hal terburuk adalah menyakiti, melukai hati teman ( baca lagi tulisan sebelumnya ).Dampak dari perilaku tersebut seperti tak tampak oleh mata, namun berdampak pada kematangan jiwa seseorang dalam mendewasakan diri.


Satu kisah nyata dan tergolong sangat lama kejadiannya.

Ada seorang ulama yang dirasa dalam dirinya ada sesuatu yang membuat dirinya tergoda dengan makanan selalu.Sudah makan, akan tetapi masih ingin lagi.

Suatu ketika untuk mengekang nafsu makannya yang begitu menggelora, Beliau berpuasa.Sebelum berbuka puasa, Beliau berpesan kepada istrinya agar tangan dan kakinya diikat.Beliau beranggapan , dengan berpuasa, sesuatu yang ada dalam dirinya bisa hilang dan berubah, namun masih saja sama.



Beliaupun bermunajat kepada Tuhannya.Ya Tuhan, sejatinya ada apa dengan diri hamba, ada siapakah dalam diri hamba ini.Tuhanpun menampakkannya.Dari dalam dirinya, keluarlah seekor anjing.O, ternyata anjing ini yang membuat aku seperti ini.

Dirinyapun merasa ada lagi yang lain dalam dirinya.Ya Tuhanku, sepertinya masih ada lagi dalam diri hamba ini.Nafsu makanku masih menggelora.Ditampakkannya lagi oleh-Nya, seekor anjing lagi keluar dari dalam dirinya.


Karena dua anjing itu adalah makhluk Tuhan juga yang diperuntukkan untuknya, maka Beliaupun menjaga, memelihara serta memberikannya makan setiap hari.


Berita inipun tersebar sampai kepada sang Raja (penguasa saat itu ).Tak pantaslah seorang ulama sampai memelihara dua ekor anjing.Apalagi Beliau adalah panutan masyarakat, panutan umat.


Dipanggillah sang ulama itu ke ISTANA untuk dihadapkan pada sang Raja.Apa benar kamu memelihara anjing ,"tanya sang Raja.

Benar sang Raja," jawab sang Ulama.

Andakan seorang ulama, panutan masyarakat, mengapa memelihara anjing.Anjing itu najis," timpal Sang Raja.

Wahai Sang Raja,," mana yang menurut Anda najis itu?," jawab Sang ulama.

Sang Rajapun turun dari singgasananya,Beliau menghampiri dua ekor anjing itu serta berusaha memegangnya.Akan tetapi tangannya tidak bisa menyentuh anjing itu ( anjing terlihat nyata, namun dipegang tak tersentuh ), malah tangan Sang Raja menyentuh karpet ( alas lantai ).

Manakah yang najis itu Yang Mulia Raja ?,"tanya Sang Ulama.Nah itulah yang najis itu, karpet itulah yang najis itu.

Wah orang ini bukan manusia biasa," pikir dalam benak Sang Raja.

Begini saja, agar tidak terjadi polemik, dua ekor anjing ini biar aku pelihara di istana, sementara aku ingin belajar dari Engkau," pinta Sang Raja.

Baiklah kalau begitu," Sang Ulama mengiyakan.


Dari kisah diatas, apakah kita sudah terbebas dari nafsu makan yang begitu menggelora ?

Sudahkah kita makan sewajarnya ?

Akankah masih ada " sesuatu " yang ada dalam diri ( seperti kisah diatas ) ?

Wallohu bisshowab..


Semoga bermanfaat, aamiin

Taman surgawi, Mojokerto

Muyaslana's family






Selasa, 25 November 2014

MAKAN BERSAMA ( mubadzir )

Ada kebiasaan yang melekat pada mereka ketika makan bersama.Hal itu sejak dahulu, saat ini atau mungkin masa yang akan datang.

Ialah makan bersama dengan satu wadah.Saat kenduri dengan menu yang sama.Atau pada saat jam istirahat dengan menu berbeda karena memang bekal yang dibawanya berbeda satu dengan yang lainnya.


Dari makan bersama dengan satu wadah, tiap individu ternyata hanya makan didepannya saja.Akhirnya makanan yang ditengah tidak terjamah, tidak termakan.Masuk sampah jadinya, mubadzir.Itupun berlaku menu sama ataupun berbeda.

Mereka mengklaim," aku sudah kenyang, aku sudah makan banyak tadi, kamu yang masih sedikit, " menyalahkan temannya.


Ada satu kejadian dimana memang tabiat tiap orang berbeda.

Ada yang mengambil lauk, atau makanan bawaan teman saat makan bersama dalam satu meja, bukan mencuri lho? Karena hal ini terlihat oleh si pemilik makanan yang terambil.

Mereka pikir satu meja, satu wadah bebas ambil, milikku ya milikmu, milikmu ya milikku.

Tidakkah kalian pahami bahwa hati siapa yang tahu.

Pemilik makananpun bisa juga jengkel ataupun bisa juga kecewa.

Aduh,aku saja belum kucicipi, kok sudah diambil," gumam dalam hati.

Pernah ada juga yang memang kebiasaannya, setiap kali makan, lauknya dimakan belakangan," ( jadi ingat waktu kecil dulu...) E... malah lauknya dimakan teman, pikirnya tidak mau makan lauknya..

Aduuuh...???? Kasian tu orang


Menu makanan posisi tengah yang tidak termakan itu, sejatinya mereka-mereka ini tidak menghendaki makan bersama.Terlalu dipaksakan memang.Mereka yang notabene jijik dengan tangan-tangan yang makan dalam satu meja atau satu wadah .

Sungguh ironis...

Lagi-lagi dengan dalih kebersamaan.

Jika tidak makan bersama, dibilang nggak kompak, nggak rukun, nggak mau bersama atau masih banyak lagi ungkapan-ungkapan yang bisa menyudutkan orang lain.


Nyatanya, dengan makan bersama dengan model ini,malah membuat satu dengan yang lainnya tidak nyaman.


So...

Semua tergantung pada kalian masing-masing.


Semoga bermanfaat, aamiin

Taman surgawi, Mojokerto

Muyaslana's family

Senin, 03 November 2014

MAKAN BERSAMA

Sebagai manusia, interaksi sosial memang sangat dibutuhkan agar terjalin suatu hubungan yang baik dengan sesama.

Di dunia kerja, ada suatu kebiasaan yang biasa dilakukan secara bersama.
MAKAN BERSAMA
Pada jam istirahat, biasanya "makan bersama" dilakukan para pekerja.Baik memang, juga menambah jalinan kekeluargaan antar teman.

Ada sisi lain yang mana " makan bersama" ini menjadi awal suatu masalah baru tentang pribadi individu, juga keluarganya.
Maksudnya dengan " makan bersama"  antar pekerja bisa tahu akan pribadi masing-masing, cara makannya, banyak sedikitnya makanan yang dimakan, menu makanan yang dimakan, atau masih banyak lagi yang menjadi pokok pembicaraan dari para pekerja.Apalagi para pekerja berasal dari beberapa karakter.

Beda lagi jika " makan bersama" para santri pondok yang notabene di ajari untuk menerima dengan ikhlas makanan yang tersaji , saling menghargai juga tidak suuzdon dengan sesama.Akan tetapi itupun tidak 100% berhasil, tinggal manusianya.Di pondok biasanya menu makanannya sama dimakan secara bersama-sama.

Oh sungguh menyenangkan.Saya bilang menyenangkan karena waktu itu saya merasakan sendiri bersama teman-teman KKN ( Kerja Kuliah Nyata ) di suatu desa di Dlanggu , Kabupaten Mojokerto.

Saat itu ada suatu jadual kegiatan berkunjung ke pondok pesantren menemui ulama pemilik sekaligus pengasuh pondok pesantren di desa itu.Beliau berbicara panjang lebar tentang kehidupan dan sekolah utamanya para mahasiswa.Setelah itu Beliau memberi saran agar saya juga teman-teman menemui santrinya yang dari Singapore.O, ternyata Dia adalah mantan anggota Dewan Singapore yang nyantri (= menuntut ilmu) di pondok tersebut.

Awal  bertemu dengan Beliau , Dia berbicara bahasa Indonesia yang kaku bercampur bahasa Inggris.

Kami dipersilahkan masuk ke kamar pondoknya dan menawarkan makan sore."eating", begitulah kira-kira Dia melontarkan tawaran makan.

Aku sontak jawab," yes,"....dengan cepat Dia memberi jempol kehadapanku,"good, good,!" Aku sempat kaget juga dibuatnya.

Dia sangat senang dengan sikap yang cekatan.Cara berjalanpun sangat cepat.MAKAN BERSAMA dalam satu wadah dengan menu yang sama.Nasi satupun tanpa tersisa, sungguh menghargai makanan yang tersaji.


Kembali ke pokok masalah diatas.Dari MAKAN BERSAMA itu, ada hal-hal yang bisa membuat rasa benci,rasa tidak suka jika makan bersebelahan.


"Ini silahkan, sambil menawarkan lauk kepada teman satu meja,".Temannyapun mengambilnya.Satu, dua hari..si penawar lauk merasa gerah jika bersebelahan dengan teman satu meja, e ...ternyata dia itu mau juga ya, dasar tak tau malu...emang istrinya masak itu-itu melulu...Apalagi ada yang tanpa permisi, main comot saja lauk temannya...Wah ini enak kali...ambil...

Ada juga yang cara makan sambil bersuara , akhirnya merasa jijik jika bersebelahan dengan temannya itu.


Inilah yang membuat jiwa tak tenang, karena makanan yang dimakannya ada yang tidak rela, tidak ridho kalau miliknya ada yang memakannya.Dan juga ada yang terganggu dengan ulah saat makan bersama.Lebih baik makan makanan sendiri dan tidak menjangkau makanan teman.Hal ini bisa membuat rasa syukur atas apa yang dibawanya.Semoga


Taman Surgawi, Mojokerto

Muyaslana's family


Selasa, 01 Juli 2014

MENGAPA HARUS REPOT

Di kehidupan sekarang ini dan di sekitar kita pengaruh daya pikir juga informasi begitu pesatnya.

Ada satu sebab karena pengaruh itu di masyarakat kita. Ialah pemanggilan orang tua oleh anaknya.

Dahulu pemanggilan orang tua sungguh sangat bernuansa pedesaan seperti mbok, mbokdhe,bapak, mak.
Setelah itu berubah menjadi ibu dan ayah.

Kini papa mama, mami papi, juga ada yang mama ayah ( orang tua laki-laki masih malu,sehingga pilih kata ayah bukan papa). Ada juga sich yang masih ayah ibu, tetapi hanya sebagian kecil saja yang mana mereka masih malu jika pemanggilan papa mama. Mereka beranggapan tidak pantas jika pemanggilannya seperti itu( papa mama). 


Ada juga yang memakai pemanggilan ayah walaupun dia berprofesi sebagai tukang becak.

Ada yang memakai panggilan abi - ummi, abi - bunda.

Ada salah satu artis kita yang pemanggilan mereka sebagai orang tua dengan pipi mimi.

Mereka-mereka ini tak peduli apa kata orang.Mereka sepakat dengan pasangan dan anak-anak mereka.Mereka-mereka begitu menikmatinya.

Yang repot kok malah orang lain diluar lingkup keluarga mereka.

Jadi, mengapa harus repot akan omongan orang?Mantapkan hati saja.

Dahulu GusDur bilang," gitu aja kok repot?".

Ada lagi," emangnya gue pikirin?".

Dan sekarang ," masalah buat lu ? ".


Taman surgawi, mojokerto

Muyaslana's family

Selasa, 27 Mei 2014

BERDO'A DAN BERJABAT-TANGAN

Berjabat-tangan dan berdo'a adalah dua aktifitas yang mengalirkan aura positif.

Semua agama apapun menganjurkannya.
Lihatlah ketika dalam pertemuan, para kepala negara saling berjabat-tangan. Anak-anak sekolah TK, SD berjabat-tangan dengan guru kelas saat pulang sekolah. Para atlit sepakbola, bulu tangkis, tenis lapangan dan lainnya juga saling berjabat-tangan antar lawan tanding. Para rekan bisnis saling berjabat-tangan sebagai tanda persetujuan kontrak kerja.

Begitu juga dengan berdo'a. Para atlit sebelum bertanding berdo'a terlebih dahulu  atau setelah menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing negara peserta pertandingan .Sebelum makan, selesai makan, bepergian, sebelum dan sesudah kerja berdo'a, juga saat beribadah pun, diwajibkan berdo'a sebagai tanda bahwa kita ini sebagai makhluk Tuhan yang butuh akan bimbingan-Nya.

Berjabat-tangan dengan anak dan istri atau suami begitu indahnya. Apalagi berdo'a bersama keluarga.

Bagaimana dengan anda ?

Taman surgawi, Mojokerto

Muyaslana's family


Jumat, 09 Mei 2014

SEDIH DAN BINGUNG PERANGKAPNYA ILMU GENDAM

Pernah suatu ketika ada seorang perempuan yang sedang mengidap penyakit dalam datang ke sebuah rumah sakit swasta di Mojokerto. Perempuan ini sudah lama sekali sakit. Ia berharap cepat sembuh dari sakitnya.Katakanlah ia bernama A.

A masuk rumah sakit, tapi masih belum mendaftar ke bagian resepsionis. Dari raut mukanya ia tampak sedih, bingung karena kondisi yang dideritanya bercampur jadi satu, apa yang harus dilakukukannya.

Perempuan lain menangkap wilayah perempuan A.Perempuan ini memanfaatkan kesempatan ini.Katakanlah perempuan ini bernama B.B ini adalah ahli gendam.

Kondisi A yang bingung mudah dikenali B.

Akhirnya A menjadi mangsa B.Dari cara bicaranya B tak tampak kalau dia perempuan jahat.

A pun mendengarkan apa yang diutarakan B.A pun terpesona, tergoda akan bujukan-bujukan B.

A pun menuruti semua perkataan B.

A disuruh B membawa bungkusan kain yang berisi obat untuk kesembuhan A.Tetapi ada syarat yang harus ditebus.

Pertama, A harus pulang ke rumahnya bersama B untuk mengambil uang dengan nominal sama ( 20 ribuan ) sebanyak sesuai kesepakatan.
Sesampai di rumah, A pun mengambilkan uang tersebut.Sampai suami A bertanya malah A menjawab, " nanti saja saya ceritakan".

Tidak itu saja, perempuan B juga minta baju sebagai syaratnya juga.

Bungkus kain yang telah diberikan B kepada A harus dibuka setelah B pulang dari rumah A.

Alangkah terkejutnya, A setelah membuka bungkus kain itu.Didalamnya hanya ada potongan kertas saja.

A pun pingsan.

Nah lo...???
Siapa yang rugi?

Kondisi senang dan bersyukur memancarkan energi positif. Dengan energi itu kemudahan dan jalan keluar insyaAllah bisa didapatkannya. Semoga.Aamiin

Taman surgawi, Mojokerto
Muyaslana's family

Jumat, 14 Maret 2014

TERBUAT DARI APA DO' A ITU ?

Do'a adalah perpaduan unsur pikiran dan perasaan ( keduanya merupakan suatu benda ), yang pada dasarnya adalah getaran vibrasi energi dan informasi yang disebut quanta.

Do' a itu sebagai salah satu bentuk benda yang tidak tampak yang merupakan gelombang atau vibrasi.

Menurut seorang ahli neuroscience dari Amerika Serikat, Doc Childre, pikiran dan perasaan merupakan medan elektromagnet, sehingga dengan begitu keduanya memiliki kekuatan listrik yang bersifat magnetik.Dan semua yang ada di alam semesta ini memiliki medan elektromagnet yang saling menarik.

Setiap kali anda berpikir, sesungguhnya anda sedang melayangkan atau omenerbangkan suatu ( aksi ) elektromagnetik ke udara dan tanpa menunggu persetujuan dari anda dan orang lain aksi itu otomatis akan membentur suatu quanta lainnya dan menimbulkan rantai reaksi elektromagnetik yang serupa kualitasnya.

Hal itu terjadi nonstop 24 jam sepanjang hidup anda dengan atau tanpa anda sadari.

Adanya do'a ( pikiran dan perasaan ) itu, secara otomatis sesuatu hal, keadaan, tempat atau orang-orang yang berbenturan atau masuk dalam kehidupan kita seperti tanpa kita sangka-sangka.

Rantai reaksi elektromagnetik apa yang anda inginkan dari pikiran dan perasaan itu ? kesulitan atau kemudahan ?

Taman surgawi, Mojokerto
Muyaslana's family
15032014  ; 11:45


Rabu, 12 Maret 2014

MENGIKUTI SUARA HATI

Apakah suara hati itu?
Apakah suara hati itu sesuatu yang benar-benar terdengar seperti suara, berbentuk tulisan, huruf-huruf atau kata-kata?

Ya, suara hati itu tidak seperti yang tertera di atas.

Ketika kita ingin mengetahui itu suara hati atau bukan ( pikiran fisik kita), ada beberapa hal yang perlu dicermati

Bagaimana ?

Dalam mengenali suara hati itu, cobalah amati, kita sendiri seolah-olah berbicara sendiri dalam hati kita. Misalkan hal apa yang harus dilakukan saat ini, bertanya pada diri sendiri,bagaimana aku harus berbicara dengan orang yang tidak dikenal atau hal-hal lain yang perlu ditanyakan dalam diri sendiri.

Setelah kita bertanya pada diri, ada jawaban yang muncul.
Jawaban itu bisa berasal pikiran fisik kita sendiri tetapi juga bisa berasal dari suara hati .

Cirinya terletak antara alis dan dahi.

Jika diantara kedua bagian tubuh itu (alis dan dahi), terjadi sedikit tekanan, ada penumpukan energi, dan ada ketegangan urat-urat kita maka dapat dipastikan bahwa yang bekerja adalah sesuatu yang berada di kepala kita yaitu otak kita. Itu jawaban dari fikiran fisik kita.

Apabila suara hati yang memberikan jawaban,hal pertama yang perlu dilakukan adalah santai dan tersenyumlah. Maka diantara kedua bagian tubuh itu ( alis dan dahi ), tidak ada penumpukan energi, tidak terjadi tekanan dan tidak ada ketegangan urat-urat ( kendur ).

Bagi yang ingin meningkatkan kesadarannya, suara hati dihubungkan kepada pemilik hati yaitu Tuhan Yang Maha Memiliki Segala Sesuatu.

Bagaimana caranya ?

Ketika menginginkan sesuatu yang benar-benar dari suara hati  maka mereka bertanya langsung kepada Tuhan.Terjadi dialog, komunikasi dengan Tuhan. Tidak dengan suara keras dan lantang akan tetapi dengan suara hati yang tidak terdengar oleh siapa-siapa kecuali dia dan Tuhan. ( bahasa Tuhan juga tidak berupa suara, tulisan, huruf-huruf, atau kata-kata... baca artikel sebelumnya... bahasanya Alloh sang kholik).

Yang akhirnya mereka akan hidup dengan Tuhan.Inilah yang disebut sistem bertuhan.Apa-apa dengan Tuhan, dalam sedih maupun dalam suka.

Semoga aku dan kamu bisa menjalaninya.

Aamiin.

Taman Surgawi, Mojokerto 

Muyaslana's Family

12032014, 21:38